Oleh : Poerwadi. dr. SpBA (K)
Agustus 2016

Penyebab Anak Sembelit

Sembelit adalah gangguan dalam proses buang air besar (BAB). BAB adalah suatu proses pembuangan akhir dari system pencernaan kita. Proses ini meliputi asupan makanan/ minuman, dicerna usus, ampasnya ( feses ) akan dikeluarkan lewat anus. Sehingga untuk proses BAB dibutuhkan adanya asupan makanan yang berserat/ mengandung residu sehingga terbentuk feses, lubang usus yang dilewati harus baik dan gerakan usus dalam mencernakan makanan dan mendorong feses sehingga bisa BAB. Tiga hal inilah yang menentukan seseorang mengalami sembelit.Fakto asupan makanan, orang yang berpuasa juga yang kekurangan cairan akan mengalami BAB yang jarang, juga orang dengan konsumsi makanan rendah serat, BAB nya juga jarang Faktor lubang usus, ini adalah masalah struktur tubuh bisa terjadi sejak lahir / kelainan bawaan, atau terjadi setelah lahir ( akibat infeksi, cedera atau adanya tumor di usus ), sehingga akan memerlukan tindakan pembedahan.

Faktor gerakan usus yang disebut peristaltik, ini akibat kinerja dari simpul syaraf otonom pada dinding usus. Simpul syaraf otonom terdiri dari simpul syaraf simpatis yang menyebabkan usus kontraksi (mencengkeram) dan syaraf parasimpatis yang menyebakan usus mengendor (relaksasi). Apabila didapaatkan kelainan dari sistem syaraf ini akan terjadi gangguan aliran usus dan mengakibatkan sembelit. Selain ketiga fakor tersebut sebagai manusia biasa yang terdiri dari fisik ( tubuh dengan struktur/anatomi das fisiologi ), juga ada factor kejiwaan dan kebiasaan hidup.

Sembelit pada anak :

Anak pengertiannya bisa sangat luas, dari segi social sebutan sehari- hari dalam lingkungan keluarga yaitu ayah, ibu dan anak. Maka anak disini adalah buah hati dari ayah bundanya tersebut. Anak dalam arti tingkat tumbuh kembangnya yaitu sejak bayi dilahirkan sampai akilbalik. Berdasarkan pengertian yang terakhir ini ini apabila anak mengalami sembelit, maka harus dibedakan. Sembelit pada bayi, anak sampai umur 1 tahun, anak 1 – 5 tahun, anak lebih dari 5 tahun, sebabnya akan berbeda. Sembelit pada bayi, kita harus waspada, bayi baru lahir feses pertama yang disebut mekonium akan keluar beberapa saat setelah lahir. Apabila mekonium keluar terlambat ( lebih dari 24 jam ), kita harus waspada kemungkanan ada kelainan bawaan dari ususnya, segeralah hubungi dokter anda. Terlebih apabila disusul muntah dan atau kembung.

Anak sampai umur 1 tahun karena masih minum susu, maka fesesnya masih cair/ lembek. Sehingga BABnya minimal satu kali tiap hari, apabila BABnya tidak tiap hari, terlebih apabila lebih 3 hari belum BAB, maka anak anda segera periksakan ke dokter. Demikian juga pada nak yang lebih besar, dimana sudah mengkonsumsi makanan padat, maka BAB normalnya adalah setiap hari, paling lambat setiap 2 hari, apabila lebih 3 hari belum BAB sebaiknya segerkan dia periksakan ke dokter anda. Sembelit apabila dibiarkan, maka feses yang tinggal lama dalam usus besar akan diserap airnya sehingga menjadi makin padat maka akan menyumbat jalan keluarnya. Feses yang tinggal lama dalam usus merupakan media yang subur untuk tumbuh kembang bakteri sehingga memacu terjadinya infeksi usus, juga menghasilkan gas sehingga dapat menganggu pencernaan. Oleh karena itu janganlah dibiarkan anak kita mengalami sembelit.