top of page

Apakah Orang yang Menjalani Cuci Darah Boleh Berpuasa?


Puasa saat cuci darah
Image Source: pexels.com

Puasa merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang mampu menjalankannya. Namun, bagi pasien yang menjalani cuci darah (hemodialisis), puasa bisa menjadi tantangan besar. Secara medis, pasien cuci darah tidak dianjurkan berpuasa karena berisiko mengalami dehidrasi, gangguan keseimbangan elektrolit, hingga komplikasi serius. Namun, dalam kondisi tertentu, puasa masih bisa dilakukan dengan syarat tertentu dan izin dokter. Artikel ini akan membahas alasan mengapa pasien cuci darah tidak dianjurkan berpuasa, syarat yang harus dipenuhi jika ingin berpuasa, serta panduan aman berpuasa bagi pasien cuci darah.


Mengapa Pasien Cuci Darah Tidak Dianjurkan Berpuasa?

Risiko Kesehatan yang Dapat Terjadi

Pasien yang menjalani cuci darah memiliki kondisi tubuh yang rentan terhadap berbagai risiko jika menjalankan puasa. Berikut beberapa risiko utama yang perlu diperhatikan:

  1. Dehidrasi dan Hiperviskositas Darah – Pengurangan asupan cairan dalam waktu lama bisa menyebabkan darah menjadi lebih kental, yang berisiko (menurunkan aliran darah ke organ vital, terutama ginjal).

  2. Kerusakan Fungsi Ginjal Lebih Lanjut – Ginjal yang sudah mengalami gangguan bisa semakin terbebani jika pasien tidak cukup minum dan mengatur pola makan dengan baik.

  3. Risiko Major Adverse Cardiovascular Events (MACE) (Meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular) – Pasien cuci darah lebih rentan mengalami gangguan jantung serius saat puasa, terutama jika tekanan darah tidak stabil.


Kondisi Pasien yang Tidak Dianjurkan Berpuasa

Tidak semua pasien cuci darah memiliki kondisi yang sama. Berikut beberapa kondisi yang membuat pasien sangat tidak dianjurkan berpuasa:

  • Tekanan darah tidak stabil – Pasien yang sering mengalami tekanan darah rendah atau tinggi sebaiknya tidak berpuasa karena bisa berisiko pingsan atau mengalami komplikasi serius.

  • Sering mengalami komplikasi saat cuci darah – Jika pasien sering mengalami kram otot, nyeri dada, tekanan darah yang tiba-tiba turun, atau kesadaran menurun saat cuci darah, puasa tidak dianjurkan.

  • Gula darah tidak terkontrol – Penderita gagal ginjal yang juga memiliki diabetes harus lebih berhati-hati karena perubahan pola makan bisa menyebabkan lonjakan atau penurunan drastis kadar gula darah.

  • Hb di bawah 9 – Hemoglobin rendah dapat menyebabkan kelelahan ekstrem, pusing, dan risiko pingsan saat puasa.


Syarat Berpuasa bagi Pasien Cuci Darah

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Bagi pasien cuci darah yang tetap ingin berpuasa, beberapa hal berikut harus diperhatikan agar puasa bisa dilakukan dengan aman:

  • Konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa – Dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien dan menentukan apakah puasa aman atau tidak.

  • Melakukan pemeriksaan laboratorium sebelum dan selama puasa – Pemantauan kadar kalium, hemoglobin, serta fungsi ginjal sangat penting untuk memastikan tubuh dalam kondisi stabil.

  • Memastikan tekanan darah stabil – Jika tekanan darah sering naik atau turun drastis, puasa sebaiknya ditunda.

  • Menyesuaikan pola makan – Hindari makanan tinggi kalium dan garam untuk mengurangi risiko gangguan elektrolit.

Tips Aman Berpuasa bagi Pasien Cuci Darah

Jika dokter mengizinkan, pasien cuci darah bisa berpuasa dengan mengikuti panduan berikut:

  1. Atur asupan cairan – Pastikan minum sesuai rekomendasi dokter dan tidak melebihi batas cairan harian yang ditentukan.


  2. Batasi aktivitas fisik berat – Hindari aktivitas yang menguras tenaga agar tubuh tetap bugar selama berpuasa.

  3. Segera batalkan puasa jika mengalami gejala berbahaya – Seperti keringat dingin, pusing, pandangan kabur, nyeri dada, atau kram otot.


Apakah Cuci Darah Membatalkan Puasa?

Perspektif Medis dan Agama

Dari segi medis, pasien yang sedang menjalani cuci darah membutuhkan kondisi tubuh yang stabil. Proses dialisis sendiri melibatkan pemasukan cairan elektrolit (NaCl) dan pemberian obat-obatan melalui infus yang dapat membatalkan puasa. Karena itu, pasien yang menjalani cuci darah di siang hari secara otomatis batal puasanya.


Kesimpulan

Pasien cuci darah umumnya tidak dianjurkan berpuasa karena berisiko tinggi mengalami komplikasi kesehatan. Namun, jika kondisi pasien cukup stabil, dokter dapat memberikan izin untuk berpuasa dengan syarat tertentu. Jika Anda memiliki penyakit ginjal dan ingin menjalankan puasa, sangat disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter guna memastikan keamanan kesehatan Anda selama bulan Ramadan.


Jika Anda atau keluarga memiliki kondisi gagal ginjal dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang keamanan berpuasa bagi pasien cuci darah, segera konsultasikan dengan dokter spesialis di RS Darmo Surabaya. Hubungi kami di 0896-3009-8900 atau klik di sini untuk penjadwalan konsultasi.


Referensi : 

  • Malik, S., Bhanji, A., Abuleiss, H., Hamer, R., Shah, S. H., Rashad, R., Junglee, N., Waqar, S., & Ghouri, N. (2021). Effects of fasting on patients with chronic kidney disease during Ramadan and practical guidance for healthcare professionals. Clinical Kidney Journal, 14(6), 1524–1534. https://doi.org/10.1093/ckj/sfab032b 


Author : dr.Decsa Medika Hertanto, Sp.PD, KGH

Comments


Unit Darurat
IGD RS Darmo
Heading 6
Lokasi
Lokasi RS Darmo
bottom of page