
Obesitas bukan hanya soal penampilan, tapi juga kesehatan. Salah satu ancaman serius adalah non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau perlemakan hati. Penyakit ini terjadi akibat penumpukan lemak di hati, yang sering kali dipicu oleh kelebihan berat badan sejak usia muda. Dalam artikel ini, akan membahas tentang bagaimana obesitas dapat meningkatkan risiko fatty liver, gejalanya, serta langkah-langkah pencegahannya.
Apa Itu Fatty Liver?
Fatty liver adalah kondisi di mana terjadi penumpukan lemak berlebih di hati. Penyakit ini sering kali berkembang tanpa gejala awal yang jelas, sehingga banyak orang tidak menyadari risiko yang mengancam kesehatannya.
Perbedaan Fatty Liver Alkoholik dan Non-Alkoholik
Fatty liver terbagi menjadi dua jenis utama:
Alcoholic Fatty Liver Disease (AFLD): Disebabkan oleh konsumsi alkohol berlebih.
Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD): Tidak berkaitan dengan alkohol. Kasus ini lebih sering terjadi pada individu obesitas.
Hubungan Obesitas dengan Fatty Liver
Obesitas sejak usia muda dapat meningkatkan risiko penyakit hati hingga 64%. Penumpukan lemak berlebih di tubuh, termasuk di hati, menjadi faktor utama yang memicu kondisi ini. Risiko tersebut semakin tinggi seiring waktu, terutama jika obesitas berlangsung dalam jangka panjang.
Faktor Pemicu
Beberapa kebiasaan yang meningkatkan risiko obesitas dan fatty liver antara lain:
Konsumsi makanan tinggi lemak dan gula serta kurang mengandung serat.
Kurangnya aktivitas fisik.
Konsumsi alkohol berlebihan.
Berdasarkan Pedoman Umum Pengendalian Obesitas Kemenkes RI 2015, seseorang yang mengalami fatty liver, bisa berlanjut menjadi :
Sirosis hati dengan gejala mata dan badan kuning
Gangguan hati yang kronis
Selain itu, Obesitas juga meningkatkan risiko komplikasi serius seperti :
Diabetes melitus tipe 2
Hipertensi
Penyakit jantung koroner
Gejala Awal fatty liver yang Sering Terabaikan
Fatty liver sering kali tidak menunjukkan gejala awal. Namun, beberapa tanda berikut patut diwaspadai :
Mudah lelah
Rasa tidak nyaman di perut bagian kanan atas dan bila memberat, dapat timbul nyeri
Cara Mencegah Obesitas untuk Hindari Fatty Liver
1. Mengontrol Asupan Kalori
Batasi konsumsi makanan tinggi kalori dan lemak. Kurangi atau hindari makanan yang manis-manis dan tinggi lemak karena dapat mengganggu metabolisme tubuh Anda.
2. Menerapkan Pola Makan Sehat
Konsumsilah makanan berserat tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Kurangi asupan makanan manis, gorengan, dan makanan olahan.
3. Berolahraga Secara Teratur
Aktivitas fisik secara teratur sangat penting. Cobalah olahraga ringan seperti:
Jalan kaki.
Bersepeda santai.
Berenang.
Aktivitas fisik secara teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan dan berat badan ideal. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) merekomendasikan agar orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu. Ini dapat dicapai dengan berolahraga selama 30 menit sehari, dalam lima kali seminggu.
Kesimpulan
Fatty liver atau perlemakan hati merupakan ancaman kesehatan serius yang sering kali tidak disadari. Obesitas menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko penyakit ini. Dengan mengenali gejala sejak dini dan menerapkan gaya hidup sehat, Sahabat Darmo dapat mencegah perlemakan hati dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Jika anda mengalami tanda-tanda fatty liver seperti yang disebutkan di atas, atau mengalami obesitas yang sudah mengganggu kesehatan, Hubungi kami di 0896-3009-8900 atau anda bisa langsung Klik di sini untuk penjadwalan konsultasi dengan dokter kami.
Referensi :
Fabbrini, E., Sullivan, S., & Klein, S. (2009). Obesity and nonalcoholic fatty liver disease: Biochemical, metabolic, and clinical implications. Hepatology, 51(2), 679–689. https://doi.org/10.1002/hep.23280
Polyzos, S. A., Kountouras, J., & Mantzoros, C. S. (2018). Obesity and nonalcoholic fatty liver disease: From pathophysiology to therapeutics. Metabolism, 92, 82–97. https://doi.org/10.1016/j.metabol.2018.11.014
Dewi, B. K. (2016, June 27). Obesitas di Usia 20-an Tingkatkan Risiko Penyakit Liver. KOMPAS.com.
Aktivitas Fisik 150 Menit per minggu agar jantung sehat - Penyakit Tidak Menular Indonesia. (n.d.). https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic/aktivitas-fisik-150-menit-per-minggu-agar-jantung-sehat?
Author : dr. Ummi Maimmunah, SpPD KGEH
Comments